Senin, 08 Desember 2008

Vina Panduwinata : Aku Makin Cinta



Sekian lama kita bersama
Diantara banyak peristiwa
Sering aku tak mengerti
Perasaanku padamu

Mungkinkah ini tandanya cinta
Ataukah perasaanku saja
Kini baru kusadari
Yang sesungguhnya terjadi

Ternyata aku makin cinta
Cinta sama kamu
Hanya kamu seorang, kasih
Ku tak mau yang lain
Hanya sama kamu
Kamu yang terakhir yang kucinta

Vina Panduwinata : Dia



Kata demi kata jalin dengan indah
Untuk menguraikan maksud hati
Kuberanikan diri untuk memulainya
Tapi mengapa bibirku
Tak dapat bergerak, terasa berat

Oh malunya hati ini
Bila kuingat saat itu
Kami hanya saling berpandang
Dan terdiam terpaku
Oh bulan, hanya dirimu
Yang menyaksikan segalanya
Oh bulan tolonglah daku
Katakan padanya, ku cinta dia

Kuberanikan diri untuk memulainya
Tapi mengapa bibirku terasa berat
Malampun kian berlalu
Kami saling terpaku, diam seribu basa
Hilang semua kata yang terangkaikan

Paramitha Rusady : Merpati Tak Pernah Ingkar Janji





saat indah kita berdua
merajut kasih
saling bina cinta
tulus murni

tiada ingkar tiada dusta
terucap janji
selamanya cinta
menyatu di dalam kalbu

*
kau kusayangi
hanyalah dirimu di dalam hidup ini
oh…tuhan karuniamu
mampukah kuterima semua suratan ini

semuanya kupasrahkan
ke tahta suci
cinta cita utuh
dan abadi
tiada ingkar tiada dusta
terucap janji
selamanya cinta
menyatu di dalam kalbu

(kembali *)

Bing Slamet & Ratna : Pilihlah Menantu



Ratna:
oh ibu, ibu sabarlah dulu, janganlah nafsu mencari mantu
harus teliti dan hati-hati, kutak ingin menyesal di belakang hari

Bing:
pilihlah aku kapten udara, helikopterku emas kawinnya
pilihlah aku mayor lautan, kapal selamku tiada yang lawan

Ratna:
kapten udara memang jempolan, hebat sekali mayor lautan
sayanglah sayang mereka itu, bukannya pilihan idaman hatiku bu

Bing:
pilihlah aku saudagar muda, kota Jakarta ana yang punya
pilihlah aku raja wartawan, ke Hollywood kita pergi lain bulan dik

Ratna:
saudagar muda aku emoh bu, walaupun dunia dia yang punya
aku tak ingin pada wartawan, takut rahasia dapur masuk di koran

Bing:
pilihlah aku kandidat duta, bulan madumu kutub utara
pilihlah aku arsitek kaya, rumah gedung besar wang kuncinya

Ratna:
kandidat duta kutub utara, takutlah beku asmara beta
arsitek kaya I don't like mama, silau mataku die banyaklah lagaknye

Bing:
habis yang mana pilihanmu dik, yang ini ogah yang itupun ogah

Ratna:
pilihanku bu manusia biasa

Bing/Ratna:
walaupun mas kawinnya hanya beca

Minggu, 07 Desember 2008

Bimbo : Cinta Terlarang



Bulan tersenyum lembut
memeluk diriku
Haru Biru dijantungku
teringatkau juwitaku
Ingin ku berlari
menerjang
tirai yang kelabu
batas cintaku dan
cintamu

Hari yang indah
dimana kita berdua
Denyut jantung dua
insan
dalam gairah asmara
sehari serasa sekejap
didalam pelukan
Kita menangis karena
harus berpisah

Indah cinta terlarang
gundah cinta dilarang
tiada restu orang tua
luka karena cinta
sangat susah obatnya
Gairah nafsu dendam
dan rindu berusaha
bertemu

Cinta terlarang
cinta yang susah
dikekang
indahnya cinta
cinta oh cinta ... cinta

Benjamin S. - Taisennje



Umpame adek djadi kembang
Abang jang djadi kumbangnje
Umpame adek djadi gendang
Abang jang djadi kulitnje

Umpame abang djadi kekep
Adek jang djadi kuwali
Biar djelek abang bilang tjakep
Tjinte abang ngebet sekali

Mari dong dek kemari
Deket abang selalu
Umpame adek bunuh diri
Abang sih entar dulu

Umpame abang djadi pengki
Adek jang djadi sapunje
Umpame abang djadi mas koki
Adek jang djadi taisennje

Tetty Kadi : Pramugari Udara



alangkah indahnya pesawat udara kuingin menjadi pramugari
pakaian wanita yang ingin kupakai seragam pramugari udara

sejam yang lalu berada di Jakarta dan saat ini ada di Surabaya
menurut istilah jadi babu udara asalkan jangan menghina wanita

kini ku t'lah jadi pramugari udara aduhai banyaklah godaannya
selain hal itu hidup mati tak tentu sebagai pramugari udara

sejam yang lalu berada di Jakarta dan saat ini ada di Surabaya
selain hal itu istirahat tak tentu ku ini pramugari udara

Tetty Kady : Sebelum Kau Pergi



Ucapkan sayang sebelum kau pergi
ucapkan sayang, oh sekali lagi
biar hatiku tabah menjalani
selama kau jauh dari aku ini

Selamat jalan sayang
rindukanlah diriku
bisikanlah namaku
sebelum dirimu tidur

Selamat jalan sayang
percayalah padaku
ku kan sabar menunggu
sampai kau kembali

Cium keningku penuh perasaan
tatap mataku saat perpisahan
biar hatiku tabah menjalani
selama kau jauh dari aku ini

Selamat jalan sayang
rindukanlah diriku
bisikanlah namaku
sebelum dirimu tidur

Selamat jalan sayang
percayalah padaku
ku kan sabar menunggu
sampai kau kembali

Ernie Djohan : Sayang



Aku berjumpa di halaman rumahnya
seorang yang menawan hatiku
gayanya lincah nian
tutur kata pun mesra
terpesona diriku jadinya

Hati terasa berdebar selalu
ku tanya siapkah namanya
sayang seribu sayang
dia telah mengikat janji
dengan kawanku di seberang rumahnya

Ernie Djohan : Pemalu



Muncullah orang baru
di sebelah rumahku
semenjak dia datang
inginku berkenalan

Tapi sayang orangnya pemalu
mestikah daku yang mulai dulu?

Bila berjalan-jalan
sering mata bertemu
dan di dalam pandangan
terbitnya rasa rindu

Tapi sayang orangnya pemalu
mestikah daku yang mulai dulu?

Kesempatan datang
bagiku berkenalan
mendebarkan hati
sambil ku nantikan

Muncullah orang baru
di sebelah rumahku
semenjak dia datang
inginku berkenalan

Tapi sayang orangnya pemalu
mestikah daku yang mulai dulu?
Ah ... pemalu!

Bimbo : Laki-Laki Tanpa Wanita



Wanita ibarat biola
indah suaranya, menarik bentuknya
Gesek lemah lembut merdu suaranya
Salah gesek tak karuan bunyinya

Wanita ibarat komputer
makin banyak data, makin pintar dia
bila kurang cerdik, jangan coba-coba
sangat susah untuk dibohongi

Wanita ibarat pipa cangklong
kasihlah tembakau hisap pelan-pelan
hangat pipa cangklong amatlah nikmatnya
Tapi awas jangan dipinjamkan

Laki-laki tanpa wanita
Kenal dunia tidak kenal sorga
Laki-laki tanpa wanita
Mana bisa merasa perkasa
Laki-laki tanpa wanita
Bagi kopi tidak pakai gula
(sayur asam hambar bila lupa garam)
Hal ini jangan didengar wanita
(Ini rahasia kaum pria saja)
Nanti mereka jadi Gede Rasa

Bimbo : Tante Sun



Tante Sun... oh…tante Sun
Tante yang manis
Tiap pagi giat berolah raga
Pergi bermain golf
Hingga datangnya siang
T`rus ke salon
Untuk mandi susu

Tante Sun oh Tante Sun
Tante yang giat
S`gala rapat dan berbagai arisan
Pagi siang dan malam
Tak pernah terlewatkan
Oh Tante Oh Sun Tante teladan

Batu zamrud, berlian dan kerikil
Emas hingga besi beton bisnisnya
Cukong-cukong dan tauke
Direktur dan makelar
Tekuk lutut karena Tante Sun

Tante Sun oh Tante Sun
Tante yang gaya
Tidak pernah merasa kesusahan
Senyum kiri dan kanan
Memikat tua muda
Oh Tante Sun...Tante...Tante Sun

Batu zamrud, berlian dan kerikil
Emas hingga besi beton bisnisnya
Cukong-cukong dan tauke
Direktur dan makelar
Tekuk lutut karena Tante Sun

Tante Sun oh Tante Sun
Tante yang gaya
Tidak pernah merasa kesusahan
Senyum kiri dan kanan
Memikat tua muda
Oh Tante Sun...Tante...Tante Sun

Itang Yunasz : Aku Cinta Padamu



Di malam yang romantis ini
Tuk kau dan aku
Tetapi kita bagaikan air
Yang membeku

Masih terbaca ragu
Di matamu
Harus kah aku berikrar lagi
Tuk yang ke seribu kali

Aku cinta padamu, sungguh
Aku cinta padamu, sungguh
Mestikah kuulangi dari mulutku sendiri
Aku cinta padamu, kasih

Sesungguhnya tak salah
Bila kau kata
Begitu banyaknya wanita
Datang menggoda
Tetapi sehingga kini
Aku bertahan

Masih kah kau tak mengerti
Masihkah kau tak percaya

Koes Plus: Memelas Temen Wong Kuwi



memelas temen wong kuwi
lali pepadhange
ngalor lan ngidul parane
sakersane dhewe

memelas temen wog kuwi
lugu sandangane
sopo sing kersa maringi
terange njerone

*
neng ngendi dununge
neng ngendi parane
goleko sumbere
dhewe dhewe

(kembali *)

memelas temen wong kuwi

Eddy Silitonga : Dikau dan Aku



Kau sebut nama
Hanyalah namaku
Kau panggil sayang
Hanyalah padaku
Kau pasrah cinta
Hanyalah untukku
Hanya aku dan aku dalam hidupmu

Reff :
Tiada lagu semerdu kata janjimu
Tiada indah seindah pandang senyummu
Oh..oh..harumnya nafas cintamu
Satulah satu, hatimu dan hatiku

Jangan merapuh walau kena hujan
Jangan melekang walau kena panas
Suburlah subur cintaku cintamu
Kar`na dikau dan aku adalah satu
la..la..la..la
la..la..la..la

Ellya Khadam : Kau Pergi Tanpa Pesan



Kemanakah ah…akan kucari
gelap terasa ah…dunia ini
bagai tiada matahari

Kau pergi tanpa pesan
kunanti tiada datang
Dimana kau kini (2x)
aku tiada berkawan lagi
aduh du du du du…

Apakah kau tak sadar
janji suci kau katakan
Dimana kucari (2x)
aku tiada berdaya lagi
aduh du du du du du….

Putuslah harapanku
letih rasaku menumpuk
putuslah harapanku
letih rasaku menumpuk
Kemana ku akan pergi
Tempat bernaung diri

Berkorban apa saja
Demi untuk yang kucinta
Siksa dan derita
telah ku terima
Tapi aku tak bahagia...aa
aduh du du du du du….

hoooo hooooo
hoooo hooooo
hoooo hoooo

Koes Plus : Nggoda Ati



Bocah Siji Kuwi
lah kok nggoda ati
saben aku liwat
lah kok nggoda mripat

aku pengen kenal
durung nduwe akal
atiku deg degan
rasane kasmaran

rasa sungkan mestine
durung ngerti carane
ati mesti miwiti
ora wani

rasa ati deg degan
temu mata pisanan
sajak ono maksude
dhewe dhewe

Koes Plus : Koyo Ngene Rasane

aduh ngene rasane
aduh ngene rasane
atiku kok koyo ngene
yen bengi ra iso turu
tansah pengen ketemu
kelingan plirikane
mripate ...

aduh opo tambane
aduh opo tambane
atiku kok koyo ngene
ra mangan ora luwe
neng awak ra kepenak
rasane kepengen arep nggletak.

*
ora ngerti ..
kang tuwuk ing ati
koyo iki
aku ngiro
katresnan pisanan
sing tak rasa

(kembali *)